Hati-hati! Penipuan Saat Belanja Kamera dan Lensa

by | Jan 21, 2016 | News & Idea | 0 comments

Jakarta – Selama menulis enam tahun belakangan ini, saya kadang-kadang menerima pertanyaan yang berkaitan dengan penipuan dalam penjualan kamera dan lensa. Saya selama ini tidak merasa perlu membahas, karena soal membeli kamera yang mana, beli dimana dan dengan harga berapa, merupakan pilihan pribadi pembaca.

Tapi di musim liburan ini, saya merasa terpanggil untuk membahas ini supaya pembaca tidak terperangkap hal-hal yang mungkin merugikan dan tidak menyenangkan.

Banyak modus yang saya dengar dari pembaca langsung atau dari obrolan teman-teman. Beberapa kasus yang umum antara lain:

1. Harga Terlalu Murah

Jika ada iklan yang menawarkan kamera jenis tertentu tapi murah sekali, hati-hati, kemungkinan besar adalah penipuan. Kamera yang dijual mungkin merupakan hasil selundupan dari luar negeri. Kerugiannya adalah kalau rusak, tidak ada garansi, bisa jadi tidak diterima oleh service resmi lokal atau harus membayar lebih mahal. Menjual kembali kamera tersebut juga bisa lebih sulit atau jatuh harganya.

Kalau barang selundupan sebenarnya masih mending karena kualitasnya sama dan bisa digunakan secara normal, tapi kalau kamera tersebut bekas yang direkondisi atau rusak, lebih merepotkan lagi. Kemungkinan yang lebih parah adalah setelah mentransfer uang, barang yang dibeli tidak kunjung tiba.

2. Bujukan Pelayan Toko

Di era internet yang maju seperti saat ini, mudah mencari informasi tentang kamera sebelum kita beli. Berbekal info yang di dapat secara online, belum tentu kita aman dari penipuan. Di dalam toko, kita bisa terperangkap dengan bujukan pelayan toko sehingga membeli produk lain yang tidak sebaik pilihan utama kita.

Contohnya saat kita ingin membeli kamera A, pelayan toko mengatakan bahwa kamera A tidak bagus dan merupakan produk gagal, lebih bagus kamera B, lalu ditawarkanlah kamera B dengan harga yang sedikit lebih murah beserta bonus-bonus kecil seperti memory card dan filter berkualitas buruk sebagai pelicin.

Kadang-kadang bahkan pelayan toko mencoba mendemokan perbedaan kamera A dan B secara langsung. Misalnya memotret suatu objek dengan setting yang sama. Setelah itu pelayan tersebut menunjukkan bahwa kamera B lebih bagus.

Memang, hasil foto yang terlihat di monitor kamera B lebih terang, Hal itu bisa terjadi biasanya karena ulah pelayan toko yang menaikkan setelan kecerahan monitor kamera. Karena pengaruh pelayan toko yang persuasif, akhirnya calon pembeli kemungkinan besar terbujuk untuk membeli kamera B dan melupakan kamera A.

Setelah sampai di rumah dan memeriksa di internet, ternyata baru ketahuan bahwa ternyata kamera B spesifikasinya lebih rendah dari kamera A, dan harganya beberapa juta di atas harga pasar. Bisa jadi juga kamera B tersebut merupakan barang selundupan yang tidak ada garansi resminya.

3. Baterai/Aksesoris Asli Ditukar

Saya juga pernah mendengar sebagian toko yang mengganti baterai asli bawaan kamera, dengan kamera KW yang kapasitas, daya tahan dan kualitasnya kurang baik. Sekilas dari fisiknya, baterainya sama, tapi setelah diteliti lebih lanjut, label/cetakan di baterai agak pudar, dan sedikit lebih ringan dari baterai aslinya.

Ada juga kejadian kameranya memang baru, tapi lensa paketannya ditukar dengan lensa yang generasi lama. Padahal pembeli membayar untuk paket kamera dan lensa baru.

4. Komponen Kamera/Flash Ditukar

Pernah juga ada toko yang menjual produk flash, yang dari luar fisiknya sama dengan yang resmi, tapi komponen di dalamnya diganti dengan kualitas yang kurang bagus. Harga yang dibayarkan pembeli sama dengan produk asli. Meskipun kita sudah periksa bagian fisik luar flashnya, tidak akan bisa terlihat bedanya.

Hanya saat kita pakai flashnya secara kontinyu, misalnya untuk liputan wedding, baru terasa bahwa flash tersebut kinerjanya tidak seperti produk yang resmi.

Mungkin masih banyak cara penjual menipu konsumen untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya, tapi saya harapkan setelah membaca tulisan ini, kita semua bisa lebih hati-hati dalam meneliti kamera dan lensa sebelum kita membeli, yang paling penting adalah kredibilitas penjualnya.

Jika terlanjur tertipu, maka jangan terlalu kecewa, jika kamera dan lensanya memang masih bagus, manfaatkan saja dengan baik untuk membuat karya foto yang bagus.

*) Penulis: Enche Tjin adalah pendiri Infofotografi.com, seorang fotografer, instruktur fotografi, penulis buku dan tour photography organizer.
Mau konsultasi berbagai hal seputar fotografi? Kirim saja pertanyaan ke Klinik IT detikINET di link berikut.